Langkah-Langkah Membuat Cerpen

Cerita pendek atau cerpen merpakan karangan singkat yang dapat dibaca dalam sekali duduk. Cerpen mengisahkan konflik para tokoh, tetapi konflik tersebut tidak mengakibatkan perubahan nasib tokoh. Karya sastra ini berisi hal-hal yang tidak rutin terjadi setiap hari, misalnya perkenalan, jatuh cinta, atau suatu hal yang sulit dilupakan. Karena berhubungan dengan sebuah peristiwa yang dialami manusia, cerpen dapat dibuat berdasarkan pengalaman pribadi ataua pengalaman orang lain.
Dua langkah yang perlu diperhatikan sebelum menulis cerpen yaitu : menentukan tema dan merinci tema. Hal yang perlu diingat adalah bahwa pada saat mengembangkan ide dalam bentuk tulisan (konsep cerpen) harus benar-benar memperhatikan pilihan kata (diksi) penggunaan tanda baca, dan ejaan yang benar dan efektif.
Diksi : Pilihan kata yang tepat dan selaras untuk mengungkapkan gagasan sehingga muncul/ diperoleh efek tertentu seperti yang diharapkan
Ejaan : Adalah kaidah-kaidah / aturan cara menggambarkan bunyi-bunyi (berupa kata, kalimat dan lain-lain) dalam bentuk tulisan huruf-huruf serta penggunaan tanda-tanda baca.
Dalam menulis cerpen sangat membutuhkan kehadiran, ejaan dan tanda baca. Seperti karya sastra lain, cerpen juga memiliki unsur-unsur intrinsic, seperti tema, penokohan, alur, latar, amanat, dan sudut pandang. Meskipun panjang cerpen ada yang hanya satu halaman, cerpen harus memiliki unsur intrinsic yang lengkap. Berikut ini penjelasan unsur-unsur intrinsic cerita pendek.
1. Tema merupakan ide pokok sebuah cerita yang diyakini dan dijadikan sumber berita.
2. Latar atau setting merupakan rujukan tempat, waktu, dan suasana yang terdapat dalam cerita. Selain ketiga latar tersebut, dalam sebuah cerpen terdpat latar social. Latar social berkaitan dengan kondisi tokoh, jenis pekerjaan, serta prilaku tokoh yang diceritakan dalam sebuah cerita.
3. Alur atau plot adalah ringkasan peristiwa atau kejadian yang membentuk sebuah cerita. Adapun tahapan alur dalam sebuah cerita pendek seperti berikut.
a. Eksposisi atau pengenalan
Dalam tahap ini pengarang memperkenalkan tokoh-tokoh dan lingkungan di sekitar tokoh. Latar, seperti waktu dan tempat peristiwa yang akan di ceritakan, juga di tampilakn pada tahap ini.
b. Penampilan msalah
Dalam tahap ini mulai muncul konflik-konflik antara kekuatan-kekuatan yang berlawanan. Konflik yang terjadi dapat berupa konflik fisik atau batin. Konflik atau pertikaian dapat terjadi antara tokoh dengan tokoh lainnya, tokoh dengan masyarakat atau tokoh dengan lingkungannya.
c. Puncak ketegangan atau klimaks
Puncak ketegangan atau klimaks merupakan kelanjutan dari konflik-konflik yang telah tercipta. Pada tahap ini konflik-konflik yang dialami tokoh semakin meruncing. Pembaca akan merasakan ketgangan suasana pada tahap ini.
d. Ketegangan menurun atau anti klimaks
Dalam tahap ini masalah telah berangsur-angusr dapat diatasi dan ketegangan mulai hilang. Permasalahan yang meruncing dapat diselesaikan pada tahap ini. Pemecahan konflik dibahas dalam tahap antiklimaks.
e. Penyelesaian atau konklusi
Pada tahap ini segenap konflik dalam cerita sudah dapat diselesaikan. Para tokoh menemukan nasibnya masing-masing.
4. Perwatakan merupakan penggambaran watak atau tokoh. Watak tokoh dapat dicermati dari paparan langsung dari pengarang, dialog tokoh, pikiran tokoh, dan penggambaran fisik tokoh.
5. Amanat merupakan pesan atau nasehat yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca melalui cerita.
6. Sudaut pandang merupakan cara pengarang menempatakan dirinya dalam sebuah serita.
Setelah memahami unsur-unsur intrinsic dalam cerita pendek, anda dapat membuat sebuah cerita pendek berdasarkan langkah-langkah berikut.
1. Observasi
Cerpen dapat dibuat berdasarkan penalaman seseorang. Anda dapat melakukan observasi (pengamatan, penelitian, pengungkapan pengalaman). Observasi dapat dilakukan dengan melihat peristiwa, mendengar cerita orang lain, atau pengalaman pribadi.
2. Menentukan tema
Tea merupakan topic yang akan di bahas dalam cerita. Setelah melakukan observasi akan mendapatkan tema berdasarkan hal-hal yang ditemukan dalam observasi. Tema dapat berupa ketuhanan, kasih sayng, jatuh cinta, kesedihan, hal-hal yang mengharukan, atau kegiatan menyenangkan.
3. Menentukan latar, tokoh, sudut pandang, dan konflik.
Setelah menentukan tema, dapat menentukan latar, tokoh, sudut pandang, dan konflik. Penentuan unsur-unsur tersebut berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan.latar yang digunakan dalam cerpen bisa berupa latar rekaan atau nyata.
4. Menyusun peristiwa-peristiwa
Peristiwa-peristiwa yang akan di susun tersebut memuat konflik yang dialami oleh tokoh dalam cerpen. Agar cerpen terlihat menarik, sebaiknya peristiwa yang di pilih bersifat logis atau masuk akal.
5. Memilih kata
Peristiwa dapat di mengembangka menjadi cerpen dengan pilihan kata yang menarik. Pilihan kata yang digunakan dapat menggunakan kata-kata dari bahasa daerah, bahasa asing, dan bahasa gaya remaja.

Tentang nirwanafotocopy

Melayani jasa foto copy HVS, buram, A4, A3, sekripsi, buku, penjualan pulsa, grosir pulsa, pengetikan dan lain-lain
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s